Minggu, 08 September 2013

Sebut Namaku Sekali Saja


Merahnya sore hari mulai terdesak oleh gelapnya temaram senja. Ku lewati lorong sempit ini untuk ke sekian kalinya, ya… menuju rumahmu sayang, untuk datang kembali membawa mawar hitam sebagai tanda penyesalan dan permintaan maafku, awalnya mulut dan hatiku kaku untuk meminta maaf padamu atas kesalahanmu yang kau tudingkan padaku. Namun aku berfikir kembali ke arah yang salah, "minta maaf sajalah!" pikirku, dari pada harapanku padamu sirna~

Aku ketuk pintu rumahmu, namun tak ada jawaban, "mungkin lagi sholat" ucapku, ku tunggu 5 menit, 1 menit berlalu, 2, 3, 4, dan akhirnya 5. Ku ketuk kembali, namun tidak juga ada balasan. Apakah kau sudah tahu aku akan datang? Sehingga tak hanya pintu hatimu yang kau tutup rapat-rapat tetapi juga pintu rumahmu?

Arrgh! Aku bosan menanti, ku geletakkan mawar hitam di depan pintu rumahmu, biarlah ia yang menantimu sayang~

Ku lewati kembali lorong sempit itu, temaram senja sudah sirna dan kini digantikan oleh, sinar kuning rembulan yang membiru tanpa di temani oleh bintang-bintang. Tepat seperti aku kini yang tak kau temani~~. Ku putuskan untuk solat magrib di akhir lorong itu.

Tampak kejauhan datang sinar kuning terang bak rembulan, masuk ke lorong sempit ini, sepertinya sebuah motor. Ku tundukkan kepala, sinar terang tersebut menyilaukan mata, ditambahlagi lorong sempit ini membuat cahaya berkumpul ke arahku.

Tak lama ku berjalan sambil menunduk, cahaya terang tersebut hilang, mungkin dia tau mataku silau. Akupun mengangkat kepala, tepat saat aku berpapasan dengan pengendara motor tadi.

Dan alangkah pahitnya aku, dengan mesranya kamu bersama dia sayang… dia… dia yang ku kenal… dia yang teman dekatku sendiri. Apa yang kulihat tadi membuat ku ragu, apakah memang kamu dan dia? Inginku menoleh ke belakang, tetapi enyahlah!! Ku tahu aku tak akan lagi ada di hidupmu. Dulu ku pikir, kau peri kecil ku dan hadir dalam mimpi-mimpiku namun ternyata aku salah menilaimu.~


8 komentar

wah pasti jadinya galau berat tuh. ^_^

cuma cerita yang ane buat-buat gan, nggak kisah nyata hehehe

Ceritanya bagus gan...

cerita nya terlalu mengada-ngada masa ke tempat orang yang disayangi membawa mawar HITAM.

jiiiaahhh kirain kisah nyataa,,,