Tampilkan postingan dengan label Young on Top. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Young on Top. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Oktober 2013

Tidak Perlu Menjadi Murid yang Rangking 1!!!

Sistem pendidikan kita menyarankan agar kita sebagai murid menjadi yang terbaik diantara murid-murid yang lain. Kita ditekankan untuk berkompetisi. Kita dipacu untuk menjadi ranking 1. Suatu sistem yang sudah out of context menurut saya.


Murid yang ranking 1 dianggap sebagai murid yang paling pintar. Apakah benar demikian? Menurut saya, “Tidak”! Saya juga tidak mengerti kenapa seorang murid diminta untuk menguasai semua mata pelajaran. Di kehidupan nyata (setelah pendidikan formal) apakah ada orang yang bisa hebat di semua bidang? Tentu tidak. Lantas, kenapa ketika di sekolah semua murid diminta untuk menguasai semua mata pelajaran?

Saya tidak pernah sekalipun diminta oleh ayah saya untuk menjadi ranking 1. Dari SD, ayah saya bilang, “Bill, kamu ngga perlu ranking 1. Kalau mau sukses, kamu harus punya banyak teman.” Ya, saya beruntung memiliki ayah dengan pemikiran yang sangat ‘maju’. Dia tidak menganggap apabila saya ranking 1, saya akan sukses nanti ketika terjun di masyarakat. Dia punya prinsip bahwa kesempatan sukses akan lebih besar ketika seseorang memiliki banyak teman. Tidak ada satupun orang di dunia ini yang bisa sukses sendirian dan tanpa bantuan orang lain.

Sejak SD, SMP, dan SMA, saya pun ‘kasihan’ melihat teman-teman yang berusaha untuk jadi ranking 1. Mereka berusaha menguasai semua mata pelajaran. Sementara saya, belajar, berusaha semaksimal mungkin.. tapi bukan untuk menjadi ranking 1. Ranking saya bervariasi, dari ranking 10 hingga ranking 25-an. Tapi ketika duduk di bangku SMA, saya pernah ranking 1, dan sempat 3 besar terus hingga lulus. Ketika saya ranking 1 pun, saya sendiri tidak menyangka. Karena apa? Karena memang saya tidak pernah menargetkan diri saya untuk ranking 1. Menurut saya, tidak penting untuk menjadi ranking 1. Saya tidak pernah ingin menguasai semua hal. Tidak realistis menurut saya.

Untuk perbandingan saja, murid-murid yang bersekolah di sekolah internasional tidak diberikan ranking. Mereka tidak dibandingkan satu sama lain. Sistem pendidikannya membandingkan kemampuan si murid dengan potensi yang dimiliki si murid tersebut. Bukan membandingkan dia dengan teman-temannya. Dan hampir di semua tugas yang diberikan, tugas-tugasnya adalah tugas kelompok, bukan tugas individu. Sistem pendidikan seperti ini lebih menyiapkan si murid untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya nanti. Ya, di dalam hidup ini ada kompetisi. Tapi yang lebih penting adalah kerja tim (kolaborasi). Ketika Anda bekerja di sebuah perusahaan, bukan Anda seorang diri yang harus bertarung menghadapi perusahaan lain loh. Anda harus bisa bekerja sama dengan rekan-rekan kerja yang ada di perusahaan tempat Anda bekerja, untuk supaya bisa mengalahkan penjualan perusahaan kompetitor.

Di Indonesia sekarang ini lagi zamannya banyak orang yang bilang, “Anda pasti bisa!” atau “Saya ini dulu orang miskin, kalau saya bisa, Anda juga pasti bisa!” Saya tidak akan pernah bilang seperti itu. Saya orang yang rasional, dan saya tidak akan menjual mimpi. Kenyataannya, setiap orang memiliki latar belakang, pola pikir, karakter, serta kemampuan yang berbeda. Kalau seseorang bisa menjadi astronot, apakah lantas semua orang bisa menjadi astronot? Memang, bukan berarti kalau seseorang bisa menjadi astronot, lantas hanya dia seorang diri di dunia ini yang bisa menjadi astronot. Tapi, bukan juga berarti semua orang akan bisa kan?

Kita semua harus punya mimpi, cita-cita. Dan selama mimpi itu gratis, kenapa harus hanya punya satu mimpi? Memangnya kalau Anda punya dua mimpi atau bahkan 10 mimpi, lantas Anda harus membayar pajak yang lebih besar?

Bagaimana cara bermimpi yang ‘benar’? Pertama, Anda harus bermimpi untuk mencapai sesuatu yang Anda cintai. Misalnya Anda suka makanan, mungkin mimpi Anda adalah untuk membuka restoran. Jangan bermimpi punya perusahaan IT, kalau Anda tidak suka dengan teknologi.

Kedua, Anda harus mengenali diri Anda, sehingga ketika Anda bermimpi, mimpi Anda sesuai dengan kelebihan dan kekurangan diri. Misal Anda tidak pandai matematika maupun fisika, tapi bermimpi untuk menjadi terkenal sebagai orang jenius seperti Einstein. Bermimpilah sesuai dengan kemampuan diri. Saya pandai bernyanyi, bermimpilah untuk menjadi penyanyi yang sukses.

Ketiga, bermimpilah yang besar. Kalau bisa punya 10 restoran, kenapa harus puas dengan hanya memiliki 1 restoran? Kalau bisa terus membesarkan perusahaan Anda sehingga Anda bisa terus memberikan lapangan pekerjaan kepada lebih banyak orang, kenapa harus puas hanya memiliki 10 karyawan? Kalau Anda sekarang adalah seorang Manajer, kenapa harus puas dengan posisi Anda sekarang? Kalau Anda bisa menjadi seorang CEO dan mengembangkan perusahaan tempat Anda bekerja sehingga perusahaan Anda bisa berkontribusi lebih banyak lagi bagi bangsa ini, kan lebih baik, kenapa tidak?

Kita tidak bisa mencapai semua yang kita impikan. Tapi ingat, kita juga tidak akan pernah mencapai yang tidak pernah kita impikan. Miliki target yang ingin dicapai sebanyak-banyaknya. Karena inilah yang membuat hidup ini ‘seru’. Anak muda sekarang banyak yang galau. Tahu tidak kenapa? Pada dasarnya, seseorang akan galau (bingung) kalau dia sedang tidak tahu mesti berbuat apa. Dan, pada umumnya, orang yang tidak tahu harus berbuat apa itu karena dia sedang tidak memiliki tujuan atau mimpi yang ingin dicapai.

Kita tidak perlu menguasai semua bidang. Saya tahu apa passion saya, dan saya mengenali betul siapa diri saya. Saya tahu apa kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri saya. Oleh sebab itu, saya tidak pernah ingin menjadi Dokter atau pun penyanyi. Saya suka brand management dan juga tantangan. Saya menguasai leadership, management, dan marketing. Jadi, kalau sekarang saya terus berusaha membesarkan perusahaan-perusahaan yang telah saya rintis, dan sedang menyiapkan sebuah bisnis baru di Jakarta (2013) dan Bali (2014), berarti saya memang berada di rel yang sesuai dengan diri saya.

Saya sadar, dan berharap Anda juga sadar bahwa kita tidak bisa sukses di semua bidang. Tidak ada satu orang pun yang bisa sukses di semua bidang. Tapi, lantas jangan pernah berpikir bahwa Anda hanya bisa sukses di satu bidang.

Kalau bisa sukses di beberapa bidang, kenapa membatasi hanya di satu bidang?
(Sumber: KORAN SINDO rubrik "Semangat Baru with Young On Top" tanggal 20 September 2013)

Selasa, 22 Oktober 2013

Jangan Biasa-Biasa Aja!


Artikel ini saya ambil dari salah stu Thread om BillyBoen di forum Young on Top KASKUS Community (YOTKC). Menurut saya sangat Inspiring sekali buat kita semua. ini dia Threadnya...


Ada 240juta orang di Indonesia. Hanya segelintir yang mampu menjadi orang sukses, mungkin sekitar 2% atau sekitar 5juta orang. Sisanya? Mereka yang biasa-biasa aja.

Saya punya prinsip: Hidup ini cuma 1x, sayang amat kalau ngga kita maksimalin?

Sekali lagi, saya selalu bilang bahwa arti sukses itu bermacam-macam. Tidak selalu harus dihitung dari harta, kekayaan. Ada yang mungkin ingin menjadi ayah/ibu yang baik, suami/istri yang baik, menjadi profesor, dan sebagainya.

Nah, saya juga punya prinsip: Kalau bisa jadi ayah dan suami yang baik, memiliki teman yang banyak, apa salahnya untuk jadi kaya raya (sukses secara finansial) sehingga bisa berbagi lebih banyak lagi kepada orang-orang yang membutuhkan?

Banyak yang berpikir bahwa untuk menjadi kaya itu harus rakus. TIDAK! Untuk ingin menjadi orang yang kaya itu sangat sah. BOLEH! Cumaaa, yang harus diset dari awal adalah, apa tujuannya? Percaya deh, kalau tujuannya adalah agar kita bisa membuat keluarga bahagia, supaya bisa berbagi lebih banyak lagi untuk orang-orang yang membutuhkan (sumbang ke panti asuhan, atau bahkan membuat panti asuhan),... kekayaan itu akan Agan dapatkan.

Menurut saya, orang yang ingin hidupnya biasa-biasa aja justru malah adalah orang-orang yang EGOIS. Mereka ngga mau berbagi ilmu, ngga mau berbagi harta! Coba kalau mereka mau mencoba semaksimal mungkin untuk serving banyak orang, mereka pasti kaya... dan kalau sudah kaya, kan bisa berbagi ke lebih banyak orang? Ya kan?

*Note: "...serving banyak orang, mereka pasti kaya" -> Kalau jasa/produk kita bisa berguna buat orang lain, semakin banyak diperlukan, otomatis kita akan semakin kaya.

Mulailah dari sekarang, untuk JANGAN biasa-biasa aja. Yuk, coba untuk memaksimalkan hidup ini. Trust me, #HidupIniIndah, kalau kita tahu apa yang mau kita capai dan bagaimana cara mencapainya (dengan penuh integritas tentunya).

See you ON TOP!

Billy Boen
CEO, PT. YOT Nusantara
Shareholder, Jakarta International Management
Shareholder, Rolling Stone Cafe Jakarta

T: www.twitter.com/billyboen
F: www.facebook.com/billyboenYOT
W: www.youngontop.com

"SOLUSI" Masalah Anak Muda


Artikel ini saya ambil dari salah stu Thread om BillyBoen di forum Young on Top KASKUS Community (YOTKC). Menurut saya sangat Inspiring sekali buat kita semua. ini dia Threadnya...

Puluhan workshop / seminar yang saya adakan maupun hadiri sebagai pembicara, berikut pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul. Semoga dengan saya tulis pemikiran saya di sini, akan semakin berkurang kegalauan Agan sekalian...

- "Gua ngga tau apa yang gua suka"
Saya: Untuk tau apa yang Agan suka, GAMPANG. Kunci diri di kamar, siapin pensil dan kertas, nothing else. Dalam keadaan sunyi, duduk dan tanya ke diri sendiri: "Apa yang gua suka?" Apakah suka ngomong, suka matematika, suka nyanyi, suka makan, suka traveling, suka nonton, suka nulis, suka hitung-hitungan, suka hang out/socialize, suka motret, suka masak?

- "Gua ngga tau apa yang mau gua capai"
Saya: Kita ngga akan ke mana-mana kalau kita ngga tau kita mau ke mana. Mau sukses? Semua orang mau sukses. Kurang detail! Mau sukses di bidang apa? Nah, kalau udah tau apa yang Agan sukai, coba untuk miliki mimpi yang besar dari apa yang Agan sukai itu. Misal Agan suka makan,... Agan bisa jadi Chef, pemilik restoran, kontributor majalah (nulis resep), presenter TV untuk acara jalan-jalan kuliner, membuat perusahaan jasa 'mysteri guest' untuk menilai service suatu restoran, dsb.

- "Gua ngga tau apa yang mesti gua lakuin"
Saya: Setelah tau apa yang Agan sukai dan punya tujuan. Ya tinggal lakuin. Kalau misal suka nulis, dan mau jadi Best Selling Author. Ya mulai detik ini coba buka blog. Nulis di blog sendiri. Nah, biasanya anak-anak muda asal punya blog, ngga peduli siapa yang baca. Jangan! Promosikan tulisan Agan. Lihat apakah orang-orang yang baca suka atau tidak dengan pemikiran dan cara menulis Agan. Hanya dengan cara ini Agan bisa terima input/masukan/kritikan yang membangun. Dan dengan beginilah Agan bisa berkembang. Kalau nulis trus ngga ada yang baca, ngga objective penilaiannya... kita butuh bantuan orang lain untuk membuat kita menjadi lebih baik.

- "Gua 'sukanya' banyak, mesti gimana?" / "Mesti fokus kuliah aja atau boleh sambil usaha?"
Saya: Tentukan skala prioritas. Mau lulus 4 tahun, mau punya usaha sendiri, mau aktif di organisasi. Tentukan skala prioritas yang benar. Yang mana yang lebih penting untuk kamu secara jangka panjang? Menurut saya, 3-3nya ini bisa dilakukan berbarengan, tinggal pembagian waktunya aja yang harus disesuaikan dengan skala prioritasnya. Misal untuk belajar 60%, siapin usaha 25%, aktif di organisasi 15%. Ini MISAL ya.

- "Gua di awal semangat, di tengah semangatnya hilang"
Saya: Berarti apa yang Agan mau capai bukan apa yang Agan benar-benar mau capai. Karena kalau Agan mau sesuatu banget banget banget, semangat itu akan terus ada. Ilustrasinya: Agan haus, tapi baru ada orang yang jualan minum 5 kilometer lagi... apakah Agan akan berhenti dan nyerah... hilang semangat untuk mencari minum? Ngga kan? Agan akan otomatis terus berjalan hingga sampai di tempat yang menjual minum, bener? Jadi pastikan, apa yang mau Agan capai, adalah hal-hal yang benar-benar Agan mau capai.

- "Kalau lagi 'down' mesti gimana?" / "Gimana cara bangkit dari kegagalan?"
Saya: Sadari dulu bahwa kalau Agan 'down' terus karena gagal... ya bisa dipastikan situasi ngga akan menjadi lebih baik. Sedih wajar, tapi kalau sedih terus selama 10 tahun, itu ngga wajar! Cukup sedih selama 1 hari, coba evaluasi, dan langsung usaha lagi. Karena HANYA dengan cara inilah situasi bisa lebih baik. Kesadaran akan hal ini jalan satu-satunya untuk bangkit. Selain berdoa tentunya ya.

- "Apa aja yang mesti dilakuin untuk bisa sukses?"
Saya: 3 hal: Tauin apa PASSION Agan, miliki MIMPI yang BESAR (yang Agan benar-benar mau capai), dan miliki GREAT ATTITUDE. Apa aja Great attitude: open minded, respect semua orang, on time, humble, selalu berusaha semaksimal mungkin, go for extra mile, ngga pelit untuk sharing/bantu orang lain, dsb. Semua ada di buku saya yang judulnya "Young On Top"

- "Salah ambil jurusan, mesti gimana?" / "Seberapa penting kuliah?"
Saya: Percaya bahwa jurusan yang Agan ambil, pasti ada manfaatnya. Banyak yang lulus trus terjun ke dunia yang totally berbeda dari apa yang dia pelajari di kuliah. Menurut saya, kuliah itu bukan untuk dapetin ijazah (meski memang perlu di Indonesia untuk cari kerja), tapi yang lebih penting adalah untuk proses pendewasaan pikiran dan karakter. Jadi pas kuliah, pastikan jangan males-malesan, tapi aktif di kelas untuk coba jawab pertanyaan, ikut diskusi, beraniin diri maju dan kasih presentasi. Ini semua yang dibutuhkan nanti di dunia kerja/bisnis. Tantang diri Agan untuk terus berpikir, untuk tingkatkan pede. Jadi,... kuliah itu PENTING!

Saya percaya, anak muda Indonesia BISA BANGKIT. Bisa menggantikan para pejabat kotor yang sedang berada di posisi-posisi penting negara kita sekarang ini.

See You ON TOP!

Billy Boen
CEO, PT. YOT Nusantara
Shareholder, Rolling Stone Cafe Jakarta
Shareholder, PT. Jakarta International Management (JIM)

@billyboen
facebook.com/billyboenYOT
www.youngontop.com

Rutinitas = BUANG WAKTU!


Tanpa disadari, saya yakin sebagian besar orang telah membuang waktunya tanpa mereka sadari.

Untuk mahasiswa:
Tiap pagi bangun tidur, pergi ke kampus, masuk kelas, selesai nongkrong bentar, pulang ke rumah. Besoknya ya gitu terus...

Untuk pekerja:
Tiap pagi bangun tidur, pergi ke kantor, masuk jam 8 pagi, jam 12 makan siang sampe jam 1, kerja lagi sampe jam 5 sore, trus pulang ke rumah. Besoknya, ya gitu lagi...

RUTINITAS = BUANG WAKTU = BORING = NGGA ASIK!

Hidup cuma 1x. Alangkah asiknya kalau hidup Agan berwarna. Banyak variasi. Bermakna. Berkembang.

Gimana caranya?

Saya ngga bilang untuk supaya hidup berwarna, Agan harus ngga lakuin rutinitas yang seharusnya Agan lakuin: kuliah / kerja. TAPI,... coba tantang diri Agan untuk berpikir, "Apa yang bisa gua lakuin ya?" atau "Gimana caranya untuk ngebuat gua atau kerjaan gua lebih bagus ya?" atau "Gimana caranya supaya gua bisa punya network / teman lebih banyak lagi ya?", dan seterusnya dan seterusnya.

Jadi, ketika harus kuliah,... ketika di kelas, pikirin gimana caranya supaya ilmu yang Agan dapetin itu maksimal. Apakah ikut secara aktif dalam diskusi? Beraniin diri untuk nanya? Beraniin diri untuk maju ke depan untuk presentasi? Ketika istirahat, gunain waktu untuk jangan hanya nongkrong sama temen-temen yang itu ituuuuu aja. Coba sekali-kali maen ke jurusan lain, kenalan. Kali aja ketemu jodoh? he he he. Dan, pas waktunya pulang atau di weekend, gunain untuk berorganisasi!

Untuk yang kerja, coba pas makan siang... jangan hanya makan siang sama temen makan siang yang itu ituuuu aja. Pas meeting, jadilah orang yang aktif. Beraniin untuk ambil suatu posisi, atau tanggung jawab. Pas waktunya pulang, coba untuk hang out sama teman. Cari kenalan teman baru, jangan hanya dengan teman sekantor, kalo perlu malah dengan orang yang beda industri. Ngga ada ruginya punya temen banyak!

Mungkin, pas weekend, gunain untuk merenung. Coba mikirin, ada ngga hal lain dari apa yang sudah Agan lakuin, yang Agan suka... (passion)? Kalo ada, COBA perjelas di otak Agan, dan tulis. Jabarkan juga step-stepnya. Dan, yang paling penting, untuk beraniin untuk #MakeItHappen!

Saya tipe orang yang suka nantang diri sendiri. Saya ngga sedih ketika ngga punya duit. Saya sedih dan bener-bener worried ketika saya ngga punya ide, dan ngga tau mesti ngapain. Dan, ketika saya lagi penuh ide, saya bahagia luar biasa. Inilah cara saya untuk selalu membuat hidup saya penuh warna. Saya selalu tantang diri saya, selalu beraniin diri saya ngelakuin banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya lakuin! Kenapa?

Karena saya sadar... Rutinitas itu BORING, BUANG WAKTU! Dan saya mau hidup saya berwarna, bermakna, dan... asik. Siapa yang sependapat sama saya?

See You ON TOP!

Billy Boen
CEO, PT. YOT Nusantara
Shareholder, Rolling Stone Cafe Jakarta
Director, PT. Jakarta International Management (JIM)