Friday, April 1, 2016

Naskah Soal UM UNDIP 2015


Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan Naskah Ujian Mandiri Universitas Diponegoro (UNDIP) tahun lalu, tahun 2015. Ujian Mandiri sendiri merupakan salah satu dari tiga jalur masuk PTN selain SNMPTN dan juga SBMPTN. Jalur Mandiri ini memang agak mahal dan terlebih lagi daya tampung yang ada hanya sekitar 20-30% dari total keseluruhan.

Seperti halnya SBMPTN untuk jalur UM ada serangkaian tes antara lain Santek Soshum sesuai dengan jurusan yang akan anda pilih. Untuk info UM UNDIP tahun 2016 bisa dicek pada laman http://um.undip.ac.id
Sekedar Info, Pendaftaran Ujian Mandiri Universitas Diponegoro tahun 2016 akan diselenggarakan tanggal 27 April – 22 Mei 2016.

Hal yang perlu kamu ketahui lebih lanjut tentang Materi Ujian Mandiri adalah sebagai berikut:

SAINTEK (IPA) : untuk program Saintek sendiri ada beberapa mata pelajaran yang akan diujikan antara lain:
  • Matematika Dasar
  • Biologi
  • Bahasa Inggris
  • Fisika
  • Kimia
SOSHUM (IPS): untuk program Saintek sendiri ada beberapa mata pelajaran yang akan diujikan antara lain:
  • Matematika Dasar
  • Bahasa Indonesia
  • Sejarah-Sosiologi-Ekonomi-Georgrafi
  • Bahasa Inggris
  • Kewarganegaraan
Campuran
  • Sejarah-Sosiologi-Ekonomi-Georgrafi
  • Kewarganegaraan
  • Bahasa Indonesia
  • Matematika Dasar
  • Biologi
  • Bahasa Inggris
  • Fisika
  • Kimia
Untuk itu ada baiknya untuk mempelajari soal-soal tahun tahun sebelumnya. Berikut ini link untuk Naskah Soal UM Undip tahun 2015, Silahkan dipelajari semoga bermanfaat :)

NASKAH SOAL UM UNDIP SOSHUM. (KLIK DISINI UNTUK MENGUNDUH)

NASKAH SOAL UM UNDIP SAINTEK. (KLIK DISINI UNTUK MENGUNDUH)

Sunday, December 13, 2015

Pagi Senin

Biasanya di setiap senin pagi, di sekolah di adakan upacara bendera yg wajib di ikuti oleh seluruh siswa-siswi, guru, ya intinya semua manusia manusia yg berada di sekolah, walaupun itu sekolah swasta atau negeri.
Tujuan upacara lazimnya adalah untuk mengingatkan manusia manusia Indonesia atas jasa-jasa para pahlawan, memegang teguh pancasila, dan mensyukuri kemerdekaan kita. Tapi terkadang, tujuan upacara sedikit melenceng dari tujuan utamanya, terutama bagi manusia manusia yang menjabat sebagai "murid". Ya salah satunya bagi para murid, bagi aku dan manusia manusia ini tujuan upacara adalah Ajang untuk saling bercerita dg teman kelas/teman antar kelas, tentang kegiatan yang mereka lakukan pada malam minggu.

Bila murid cowok bercerita tentang “cewek yg mereka ajak pergi malam kemaren” atau “nyritain main PS atau game apa yang dimainin”, sedangkan murid cewek bercerita tentang “apa yang menimpa mereka pada malam minggu kemaren”, mungkin ada beberapa yg masih mendiskusikan tugas-tugas dan pelajaran-pelajaran, tapi karena kurang menarik, dan aju juga malas untuk membahasnya. :v

Harapan Harapan Para Murid di Senin Pagi

Pada umumnya, upacara bukanlah suatu yg di nanti nanti olehku dan manusia manusia lain. Tapi terkadang aku berharap upacara benar-benar lama melebihi waktu yang biasanya, dan bukan jarang di pikiranku terlintas hal-hal dibawah ini:

Hujan
Hal ini yang paling sering kuharapkan ketika aku dan manusia lain sedang tidak “mood” untuk mengikuti upacara, dan kalo nggak upacara bisa pulang lebih cepat dari biasanya.

Mati lampu
Karena bila mati lampu otomatis mic tidak nyala yang berarti pembina upacara tidak dapat berpidato. Pembina juga males koar koar kali ya?

Pidato pembina sebentar
Bila hal ini terjadi, ya jelas kantin di serbu.

Bendera terbalik
Hal ini sering kuharapkan, tapi nggak pernah terjadi sampai lulus, semoga kalo aku jadi Guru nanti sempat liat bendera terbalik pas upacara.

Pidato pembina yang panjang
Ada juga yang mengharapkan hal ini terjadi, ya biasanya yang ngarep ginian karena ada ulangan pada jam pertama, dan terkadang ulangan tersebut di tunda, karena waktunya terpotong oleh upacara. kalo apes ya ulangannya yang dipaksain dan waktunya sengaja dimepetin.

Monday, December 7, 2015

Alasan Kenapa Harus Terus Belajar Sejarah

Semasa sekolah sejarah adalah salah satu mata pelajaran paling penting tapi paling kurang diminati orang-orang. Ngeliat bukunya juga maleees banget rasanya. Lihat aja tuh rak toko buku. Buku sejarah mah apaan kagak ada laris-larisnya.

Padahal asalkan kalian tahu, dengan belajar sejarah kamu bisa jadi manusia yang super duper keren. Ya sebut saja Ir. Soekarno, beliau itu sangat cinta sejarah loh, tahu kan kata-kata beliau "Jangan sekali-kali melupakan sejarah". Nah Proklamator aja udah nyuruh jangan pernah meninggalkan sejarah. Ditambah lagi sejarah itu menyimpan banyak misteri. Dan biasanya faktanya gak langsung terkumpul semua. Jadi, dengan terus mempelajari sejarah, kamu juga bisa jadi berkembang jadi orang yang lebih baik.

Mau tahu apa alasan orang-orang harus terus mempelajari Sejarah?
Ya kalo aku sih karena...

Sejarah yang Diajarkan Di Sekolah Belum Tentu Bener

Merasa udah tahu banyak tentang sejarah? Ya dulu pikirku emang kayak gitu. Tapi pikir lagi. Sejarah yang ada di sekolah, kebanyakan, ditulis oleh "penulis" eh  "pemenang" maksudnya. Jadi ada kemungkinan, ya ada kemungkinan sejarahnya dibongkekin agar "pemenang" terlihat baik dan patriotik.

Selain itu, sejarah yang ada di buku sekolah kebanyakan gak ditampilin lengkap. Bisa karena memang bagian dari propaganda, atao mungkin gak muat kalo diceritain di buku ataupun gak pengen diceritain secara detil.

Maka dari itu, penting buat kamu belajar dari banyak buku, kalo bisa yang ditulis oleh siapapun. Pro ataupun kontra. Positif ataupun negatif. Jadi, kamu bisa menentukan sendiri apa yang benar dan salah.

Mengenal Sejarah Menguasai Dunia

Orang yang tahu sejarah itu bisa menguasai dunia! Apalagi kalo kamu belajar sejarahnya bener-bener, bukan setengah-setengah. Kamu bisa punya pengetahuan untuk naklukin orang. Soalnya ada pepatah "Lebih baik belajar dari kesalahan" dan sebagian besar cerita di sejarah adalah cerita kegagalan.

Tahu Asal Kamu

Pernah mikir gak kenapa kamu tinggalnya di Indonesia? Kenapa Indonesia itu jadi negara yang kayak gini? Kalo kamu belajar sejarah, pasti kamu akan sadar kenapa hal-hal ini begini dan hal-hal itu begitu.

Kamu juga bisa mempelajari kebiasaan-kebiasaan orang Indonesia. Karena semuanya ada sebabnya. Dan satu satunya mengetahui penyebabnya adalah dengan belajar sejarah.

Banyak Fakta Unik Yang Gak Disangka-Sangka

Kalo kamu pengen belajar sejarah kamu harus rajin baca buku, salah satu buku yang recomended adalah buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat"

Nah di buku ini ada banyak fakta fakta yang nggak disangka-sangka tentang Ir. Soekarno seperti Orang yang disukai sekaligus dicium pertama kali oleh Soekarno adalah bernama Rika Meelhuysen,  seorang gadis Belanda. Dan gregetnya itu terjadi pada saat Soekarno muda berumur 14 tahun.


Seru Ceritanya

Masih ngelanjutin dari buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat", sejarah punya banyak sekali cerita-cerita seru yang gak kalah dengan film-film Hollywood. Banyak hal yang terjadi di dunia ini didasari sama cerita-cerita yang luar biasa. Entah itu peperangan, penemuan, konspirasi dan lain-lain. Romansa cinta, thriller, horror, ada semua lengkap dan gak mengada-ngada.

Jago Ngeramal

Di level expert setelah belajar sejarah kamu bakal jago ngeramal. karena pada dasarnya sejarah merupakan suatu siklus yang bakal terulang lagi, lagi dan lagi.

Coba deh kamu baca lagi poin-poin di atas. Dengan menguasai sejarah kamu bisa jadi manusia! Eh, bukan cuma sekedar manusia, tapi manusia  super dengan kekuatan khusus, yaitu kekuatan membaca. Kamu bisa jadi pencerita yang keren, kamu bisa jadi orang yang adil, kamu bisa punya celetukan-celetukan yang gak terpikirkan. Semua karena belajar sejarah. Yak, belum terlambat untuk belajar sejarah!

Tuesday, October 13, 2015

Abu Bakar Ash-Shiddiiq

Abu Bakar Ash-Shiddiiq
(11-13 H)
 
Sumber: fb.me/vian.vai

Nama lengkap beliau adalah Abdullah bin Utsman bin Amir bin Amru bin Ka`ab bin Sa`ad bin Taim bin Murrah bin Ka`ab bin Lu`ai bin Ghalib bin Fihr al-Qurasy at-Taimi – radhiyallahu`anhu. Bertemu nasabnya dengan Nabi pada kakeknya Murrah bin Ka’ab bin Lu’ai. Abu Bakar adalah shahabat Rasulullah – shalallahu`alaihi was salam – yang telah menemani Rasulullah sejak awal diutusnya beliau sebagai Rasul, beliau termasuk orang yang awal masuk Islam. Abu Bakar memiliki julukan “Ash-Shiddiq” dan “Atiq”.

Ada yang berkata bahwa Abu Bakar dijuluki “ash-Shiddiq” karena ketika terjadi peristiwa isra` mi`raj, orang-orang mendustakan kejadian tersebut, sedangkan Abu Bakar langsung membenarkan.

Allah telah mempersaksikan persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar dalam Al-Qur`an, yaitu dalam firman-Nya : “…sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya: `Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita’.” (QS at-Taubah : 40)

`Aisyah, Abu Sa’id dan Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini mengatakan : “Abu Bakar-lah yang mengiringi Nabi dalam gua tersebut.”

Allah juga berfirman : “Dan orang yang membawa kebenaran dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (az-Zumar : 33)

Al-Imam adz-Dzahabi setelah membawakan ayat ini dalam kitabnya al-Kabaa`ir, beliau meriwayatkan bahwa Ja`far Shadiq berujar : ”Tidak ada perselisihan lagi bahwa orang yang datang dengan membawa kebenaran adalah Rasulullah, sedangkan yang membenarkannya adalah Abu Bakar. Masih adakah keistimeaan yang melebihi keistimeaannya di tengah-tengah para Shahabat?”

Dari Amru bin al-Ash radhiyallahu`anhu, bahwa Rasulullah mengutusnya atas pasukan Dzatus Salasil : “Aku lalu mendatangi beliau dan bertanya “Siapa manusia yang paling engkau cintai?” beliau bersabda : ”Aisyah” aku berkata : “kalau dari lelaki?” beliau menjawab : “ayahnya (Abu Bakar)” aku berkata : “lalu siapa?” beliau menjawab: “Umar” lalu menyebutkan beberapa orang lelaki.” (HR.Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai kekasih-Nya, sebagaimana Dia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Dan kalau saja aku mengambil dari umatku sebagai kekasih, akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasih.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Sa`id radhiyallahu`anhu, bahwa Rasulullah duduk di mimbar, lalu bersabda : ”Sesungguhnya ada seorang hamba yang diberi pilihan oleh Allah, antara diberi kemewahan dunia dengan apa yang di sisi-Nya. Maka hamba itu memilih apa yang di sisi-Nya”, lalu Abu bakar menangis dan menangis, lalu berkata : ”Ayah dan ibu kami sebagai tebusanmu”. Abu Sa`id berkata : “Yang dimaksud hamba tersebut adalah Rasulullah, dan Abu Bakar adalah orang yang paling tahu diantara kami”. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling banyak memberikan perlindungan kepadaku dengan harta dan persahabatannya adalah Abu Bakar. Andaikan aku boleh mengambil seorang kekasih (dalam riwayat lain ada tambahan : “selain rabb-ku”), niscaya aku akan mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku. Tetapi ini adalah persaudaraan dalam Islam. Tidak ada di dalam masjid sebuah pintu kecuali telah ditutup, melainkan hanya pintu Abu Bakar saja (yang masih terbuka).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah telah mengutusku kepada kalian semua. Namun kalian malah berkata `kamu adalah pendusta’. Sedangkan Abu Bakar membenarkan (ajaranku). Dia telah membantuku dengan jiwa dan hartanya. Apakah kalian akan meninggalkan aku (dengan meninggalkan) shahabatku?” Rasulullah mengucapkan kalimat itu 2 kali. Sejak itu Abu bakar tidak pernah disakiti (oleh seorangpun dari kaum muslimin). (HR. Bukhari)

Masa Kekhalifahan

Dalam riwayat al-Bukhari diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu`anha, bahwa ketika Rasulullah wafat, Abu Bakar datang dengan menunggang kuda dari rumah beliau yang berada di daerah Sunh. Beliau turun dari hewan tunggangannya itu kemudian masuk ke masjid. Beliau tidak mengajak seorang pun untuk berbicara sampai akhirnya masuk ke dalam rumah Aisyah. Abu Bakar menyingkap wajah Rasulullah yang ditutupi dengan kain kemudian mengecup keningnya. Abu Bakar pun menangis kemudian berkata : “demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, Allah tidak akan menghimpun dua kematian pada dirimu. Adapun kematian yang telah ditetapkan pada dirimu, berarti engkau memang sudah meninggal.” 

Kemudian Abu Bakar keluar dan Umar sedang berbicara dihadapan orang-orang. Maka Abu Bakar berkata : “duduklah wahai Umar!” Namun Umar enggan untuk duduk. Maka orang-orang menghampiri Abu Bakar dan meninggalkan Umar. Abu Bakar berkata : “Amma bad`du, barang siapa diantara kalian ada yang menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah mati. Kalau kalian menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Allah telah berfirman :

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran : 144)

Ibnu Abbas radhiyallahu`anhuma berkata : “Demi Allah, seakan-akan orang-orang tidak mengetahui bahwa Allah telah menurunkan ayat ini sampai Abu Bakar membacakannya. Maka semua orang menerima ayat Al-Qur`an itu, tak seorangpun diantara mereka yang mendengarnya melainkan melantunkannya.”

Sa`id bin Musayyab rahimahullah berkata : bahwa Umar ketika itu berkata : “Demi Allah, sepertinya aku baru mendengar ayat itu ketika dibaca oleh Abu Bakar, sampai-sampai aku tak kuasa mengangkat kedua kakiku, hingga aku tertunduk ke tanah ketika aku mendengar Abu Bakar membacanya. Kini aku sudah tahu bahwa nabi memang sudah meninggal.”

Dalam riwayat al-Bukhari lainnya, Umar berkata : “Maka orang-orang menabahkan hati mereka sambil tetap mengucurkan air mata. Lalu orang-orang Anshor berkumpul di sekitar Sa`ad bin Ubadah yang berada di Saqifah Bani Sa`idah”. Mereka berkata : “Dari kalangan kami (Anshor) ada pemimpin, demikian pula dari kalangan kalian!”. Maka Abu Bakar, Umar dan Abu Ubaidah bin al-Jarroh mendekati mereka. Umar mulai bicara, namun segera dihentikan Abu Bakar. Dalam hal ini Umar berkata : “Demi Allah, yang kuinginkan sebenarnya hanyalah mengungkapkan hal yang menurutku sangat bagus. Aku khawatir Abu Bakar tidak menyampaikannya”. Kemudian Abu Bakar bicara, ternyata dia orang yang terfasih dalam ucapannya, beliau berkata : “Kami adalah pemimpin, sedangkan kalian adalah para menteri.” Habbab bin al-Mundzir menanggapi : “Tidak, demi Allah kami tidak akan melakukannya, dari kami ada pemimpin dan dari kalian juga ada pemimpin.” Abu Bakar menjawab : “Tidak, kami adalah pemimpin, sedangkan kalian adalah para menteri. Mereka (kaum Muhajirin) adalah suku Arab yang paling adil, yang paling mulia dan paling baik nasabnya. Maka baiatlah Umar atau Abu Ubaidah bin al-Jarroh.” Maka Umar menyela : “Bahkan kami akan membai`atmu. Engkau adalah sayyid kami, orang yang terbaik diantara kami dan paling dicintai Rasulullah.” Umar lalu memegang tangan Abu Bakar dan membai`atnya yang kemudian diikuti oleh orang banyak. Lalu ada seorang yang berkata : “Kalian telah membunuh (hak khalifah) Sa`ad (bin Ubadah).” Maka Umar berkata : “Allah yang telah membunuhnya.” (Riwayat Bukhari)

Menurut `ulama ahli sejarah, Abu Bakar menerima jasa memerah susu kambing untuk penduduk desa. Ketika beliau telah dibai`at menjadi khalifah, ada seorang wanita desa berkata : “sekarang Abu Bakar tidak akan lagi memerahkan susu kambing kami.” Perkataan itu didengar oleh Abu Bakar sehingga dia berkata : “tidak, bahkan aku akan tetap menerima jasa memerah susu kambing kalian. Sesungguhnya aku berharap dengan jabatan yang telah aku sandang sekarang ini sama sekali tidak merubah kebiasaanku di masa silam.” Terbukti, Abu Bakar tetap memerahkan susu kambing-kambing mereka.

Ketika Abu Bakar diangkat sebagai khalifah, beliau memerintahkan Umar untuk mengurusi urusan haji kaum muslimin. Barulah pada tahun berikutnya Abu Bakar menunaikan haji. Sedangkan untuk ibadah umroh, beliau lakukan pada bulan Rajab tahun 12 H. beliau memasuki kota Makkah sekitar waktu dhuha dan langsung menuju rumahnya. Beliau ditemani oleh beberapa orang pemuda yang sedang berbincang-bincang dengannya. Lalu dikatakan kepada Abu Quhafah (Ayahnya Abu Bakar) : “ini putramu (telah datang)!”

Maka Abu Quhafah berdiri dari tempatnya. Abu Bakar bergegas menyuruh untanya untuk bersimpuh. Beliau turun dari untanya ketika unta itu belum sempat bersimpuh dengan sempurna sambil berkata : “Wahai ayahku, janganlah anda berdiri!” Lalu Abu Bakar memeluk Abu Quhafah dan mengecup keningnya. Tentu saja Abu Quhafah menangis sebagai luapan rasa bahagia dengan kedatangan putranya tersebut.

Setelah itu datanglah beberapa tokoh kota Makkah seperti Attab bin Usaid, Suhail bin Amru, Ikrimah bin Abi Jahal, dan al-Harits bin Hisyam. Mereka semua mengucapkan salam kepada Abu Bakar : “Assalamu`alaika wahai khalifah Rasulullah!” mereka semua menjabat tangan Abu Bakar. Lalu Abu Quhafah berkata : “Wahai Atiq (julukan Abu Bakar), mereka itu adalah orang-orang (yang baik). Oleh karena itu, jalinlah persahabatan yang baik dengan mereka!” Abu Bakar berkata : “Wahai ayahku, tidak ada daya dan upaya kecuali hanya dengan pertolongan Allah. Aku telah diberi beban yang sangat berat, tentu saja aku tidak akan memiliki kekuatan untuk menanggungnya kecuali hanya dengan pertolongan Allah.” Lalu Abu Bakar berkata : “Apakah ada orang yang akan mengadukan sebuah perbuatan dzalim?” Ternyata tidak ada seorangpun yang datang kepada Abu Bakar untuk melapor sebuah kedzaliman. Semua orang malah menyanjung pemimpin mereka tersebut.

Wafatnya

Menurut para `ulama ahli sejarah Abu Bakar meninggal dunia pada malam selasa, tepatnya antara waktu maghrib dan isya pada tanggal 8 Jumadil awal 13 H. Usia beliau ketika meninggal dunia adalah 63 tahun. Beliau berwasiat agar jenazahnya dimandikan oleh Asma` binti Umais, istri beliau. Kemudian beliau dimakamkan di samping makam Rasulullah. Umar mensholati jenazahnya diantara makam Nabi dan mimbar (ar-Raudhah). Sedangkan yang turun langsung ke dalam liang lahat adalah putranya yang bernama Abdurrahman (bin Abi Bakar), Umar, Utsman, dan Thalhah bin Ubaidillah.

Sumber :

- Al-Bidayah wan Nihayah, Masa Khulafa’ur Rasyidin Tartib wa Tahdzib Kitab al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir.

- Shifatush-Shofwah karya Ibnul Jauzi. Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah -Al-Kabaa`ir karya Adz-Dzahabi.

Friday, September 25, 2015

Punt Gun Senjata Terbesar dalam Sejarah Perburuan

Image courtesy of Rare Historical Photos 

Karena perubahan cuaca dan peningkatan populasi  industri, kebutuhan untuk menyediakan lebih banyak makanan untuk populasi besar sangat banyak hal ini menyebabkan permintaan yang tinggi untuk makanan dan penggunaan bulu di pakaian wanita, Akhirnya para pemburu mencari metode alternatif untuk berburu unggas air. Hal ini menyebabkan penciptaan Punt Gun.

Pada Tahun 1800-an Punt Gun merupakan senapan besar yang memiliki kemampuan untuk menembak lebih dari satu pon tembakan pada satu waktu dan memiliki diameter bore melebihi 2 inci (51 mm). Punt Gun memiliki kemampuan menembak sejumlah unggas air sekaligus. Dan dalam catatan kemampuan Punt Gun dapat menembak lebih dari 90 ekor unggas dalam 1 tembakan. Rata-rata senapan ini dapat menembak 50 ekor unggas yang berada di permukaan air sekaligus. Dengan kemampuan Punt Gun yang mengesankan ini, harga Punt Gun juga sangat mahal.
[Image courtesy of Wonderful Engineering]
Senapan Punt Gun ini hanya efisien saat di pasang pada perahu. Setelah menembak perahu akan mundur beberapa inch karena besarnya daya tembak. Di Amerika Serikat pada tahun 1860-an sebagian besar negara telah melarang penggunaan senjata untuk memburu unggas air. Lacey Act of 1900 juga telah melarang permainan praktek perburuan liar dan telah diatur dalam serangkaian undang-undang federal.