Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

Manusia Ciptakan Robot Raksasa "Pacific Rim"

KOMPAS.com — Dengan sumber daya yang ada ada saat ini, manusia belum mampu menciptakan robot raksasa.

Robot macam ini baru terwujud jika berada di planet lebih kecil dan bergravitasi rendah. Materi dari robot tersebut juga harus terbuat dari materi terdepan dan ringan. Demikian disampaikan pakar robot, Daniel Wilson, menjawab pertanyaan mengenai kemampuan manusia soal pembangunan robot mega.

Robot raksasa tampil dalam film sains fiksi terbaru, Pacific Rim. Dalam film produksi Hollywood itu, manusia menciptakan robot raksasa yang dikendalikan dua orang. Inti dari gerakan robot tersebut adalah peleburan manusia dengan mesin.

"Saya tidak tahu pencipta mana yang bisa mewujudkan robot raksasa yang bisa berjalan tegak di embusan angin di ketinggian. Apalagi memindahkannya dengan cukup ketangkasan untuk berjalan," kata Wilson.

Jika pun akhirnya material ringan dan terdepan ini bisa dikembangkan, mekanisme pergerakannya akan menimbulkan masalah. Akan sulit mempertahankan berbagai gerakan dinamis yang timbul. Termasuk ketinggian, akselerasi, momentum, penyerapan panas, dan torque internal.

Saat ini semua berhasil dibangun, adalah hal mustahil menggerakannya dengan kecepatan tinggi. Disebutkan pakar robot, Mel Siegel, di makalah When Physics Rules Robotics, salah satu masalah utama dalam pembuatan robot adalah berat berlebih.

Hal berikutnya yang wajib dipertimbangkan adalah faktor energi. Butuh energi besar untuk menggerakannya.

Wilson menduga, suatu saat nanti manusia akan bisa mewujudkan energi seperti ini menggunakan reaktor nuklir.

Kendala lainnya: biaya. Diprediksi oleh SciencePortal bahwa untuk membangun satu robot raksasa berbobot 43 ton dibutuhkan biaya 725 juta dollar AS.

Kendati demikian, Wilson menegaskan bahwa satu-satunya alasan yang memungkinkan manusia membangun robot macam ini adalah demi tujuan estetika semata. Sebuah bentuk pembuktian bahwa hal ini bisa dilakukan. Masih mustahil menciptakannya untuk tujuan lain. (Zika Zakiya/National Geographic Indonesia)

Rabu, 24 Oktober 2012

Teke Teki Terbesar Dalam Matematika


Teka-teki terbesar dalam matematika, dinamakan Konjektur ABC, terpecahkan. Shinichi Mochizuki, matematikawan dari Kyoto University, memasukkan 4 makalah ilmiah yang menjelaskan konjektur itu secara online.

Pembuktian konjektur ABC diuraikan Mochizuki dalam 500 halaman. Data format PDF bisa dilihat di situs web milik Mochizuki dengan nama Teichmuller Theory. The Guardian, Rabu (19/9/2012), menyatakan, Mochizuki butuh waktu sekitar 4 tahun untuk memecahkan teori tersebut.

Tiga Primata Indonesia Masuk Kategori Paling Terancam Punah


Tiga spesies primata dari Indonesia, yaitu tarsius gunung (Tarsius pumilus), kukang jawa (Nycticebus javanicus), dan monyet simakobu atau biasa disebut monyet ekor babi (Nasalis concolor), masuk dalam daftar "25 Primata Paling Terancam Punah 2012-2014."

Daftar ini dikeluarkan oleh koalisi grup konservasi dalam Convention on Biological Diversity PBB di Hyderabad, India, Senin (15/10/2012). Asal primata yang paling mencolok berasal dari tiga negara, termasuk Indonesia, yang memiliki primata terancam punah lebih dari dua spesies.

Pengetahuan Pengobatan Lokal Disurvei


 Pengetahuan lokal etnomedisin, yakni pengobatan tradisional berbasis komunitas yang tersebar pada 1.158 etnis, disurvei secara nasional. Tujuannya untuk memperoleh data tumbuhan obat, ramuan jamu, dan kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan sehari-hari.

”Data etnomedisin yang ada saat ini sedikit dan berserakan di sejumlah lembaga riset. Saya merisaukan, negara lain yang justru memanfaatkan untuk kepentingan industri mereka,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam penandatanganan nota kesepahaman Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dengan 21 rektor perguruan tinggi untuk riset khusus eksplorasi pengetahuan lokal etnomedisin berbasis komunitas, Senin (15/10/2012), di Jakarta.